1. Filter / Penyaring
Sebagai
filter, Geotextile Non Woven berfungsi untuk mencegah
terbawanya partikel-partikel tanah pada aliran air. Karena sifat Geotextile Non
Woven adalah permeable (tembus air) maka air dapat melewati Geotextile tetapi
partikel tanah tertahan. Aplikasi sebagai filter biasanya digunakan pada
proyek-proyek subdrain (drainase bawah tanah).
2. Separator / Pemisah
Sebagai
separator atau pemisah, Geotextile Non Woven berfungsi untuk mencegah
tercampurnya lapisan material yang satu dengan material yang lainnya.
Contoh
penggunaan Geotextile sebagai separator adalah pada proyek pembangunan jalan di
atas tanah dasar lunak (misalnya berlumpur). Pada proyek ini, Geotextile
mencegah naiknya lumpur ke sistem perkerasan, sehingga tidak terjadi pumping
effect yang akan mudah merusak perkerasan jalan. Selain itu keberadaan
Geotextile juga mempermudah proses pemadatan sistem perkerasan.
3. Stabilization / Stabilisator
Fungsi
Geotextile ini sering disebut juga sebagai Reinforcement / Perkuatan. Misalnya
dipakai pada proyek-proyek timbunan tanah, perkuatan lereng dll. Fungsi ini
sebenarnya masih menjadi perdebatan dikalangan ahli geoteknik, sebab Geotextile
bekerja menggunakan metode membrane effect yang hanya mengandalkan tensile
strength (kuat tarik) sehingga kemungkinan terjadinya penurunan setempat
pada timbunan, masih besar, karena kurangnya kekakuan bahan. Apalagi sifat
Geotextile yang mudah mulur terutama jika terkena air (terjadi reaksi
hidrolisis) menjadikannya rawan sebagai bahan perkuatan lereng.
4. Lain-lain
Fungsi
Geotextile yang lain adalah sebagai pengganti karung goni pada proses curing
beton untuk mencegah terjadinya retak-retak pada proses pengeringan beton baru.
